{"id":1234,"date":"2021-07-07T10:12:35","date_gmt":"2021-07-07T10:12:35","guid":{"rendered":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/?p=1234"},"modified":"2026-07-22T05:13:19","modified_gmt":"2026-07-22T05:13:19","slug":"penentu-kuat-tidaknya-bangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/2021\/07\/07\/penentu-kuat-tidaknya-bangunan\/","title":{"rendered":"Penentu Kuat Tidaknya Bangunan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1235\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pondasi sering disebut sebagai struktur bangunan bagian bawah (sub structure), pondasi terletak pada bagian paling bawah dari bangunan yang berfungsi mendukung seluruh beban bangunan dan meneruskan ke tanah di bawahnya.<br><br>Mengingat letaknya yang didalam tanah, maka pondasi bangunan ini harus dibuat kuat aman, aman, stabil dan mampu mendukung beban bangunan, karena kesulitan pondasi akan sulit untuk memperbaikinya.<br><br>Makanya di beberapa bangunan tinggi, anda melihat proses pembuatan pondasi bangunannya memakan waktu yang sangat lama, karena beban yang ada diatasnya sangat besar sehingga perlu diperhitungkan secara teliti. Kerusakan bangunan pada saat gempa sedikit banyak disebabkan karena kerusakan pada pondasi yang ada dibawahnya.<br><br>Pondasi bangunan yang pecah atau mengalami penurunan akan menimbulkan kerusakan pada bangunan berupa dinding retak-retak dan miring, lantai bergelombang dan pecah-pecah, kedudukan kusen pintu dan jendela akan bergeser sehingga terkadang sulit untuk dibuka.<br><br>Selain itu juga akan menyebabkan sudut kemiringan tangga rumah anda berubah, bila rumah anda merupakan bangunan bertingkat. Yang paling membahayakan, kerusakan pondasi dapat menyababkan keruntuhan seluruh bangunan.<br><br>Mungkin anda pernah melihat jenis pondasi bangunan yang bermacam-macam, hal ini sangat dipengaruhi oleh berat bangunan yang harus didukung, jenis tanah dan daya dukungnya, bahan bangunan untuk pondasi yang tersedia di sekitar lokasi pembangunan sehingga mudah untuk didapatkan.<br><br>Selain itu juga sangat dipengaruhi oleh alat kerja dan tenaga kerja yang ada, lokasi dan situasi proyek tempat pekerjaan berlangsung serta pertimbangan biaya yang ada.<br><br>Untuk menentukan jenis pondasi bangunan yang ideal untuk bangunan anda, dalam arti pondasi bangunan anda akan murah, mudah dan kuat, diperlukan penyelidikan tanah (soil investigation).<br><br>Penyelidikan tanah ini akan mengetahui jenis dan kekuatan tanah, kedalaman dari muka air tanah, sehingga jangan sampai ketika anda mengerjakan pondasi, air tanah akan keluar terus menerus dan mengganggu proses pekerjaan. Selain itu juga untuk mengetahui beban maksimum yang diijinkan serta menentukan jenis pondasinya.<br><br>Yang perlu anda ingat bahwa didalam merencanakan pondasi ada dua hal penting, bahwa kekuatan pondasi didasarkan pada kekuatan bahan pondasinya sendiri dan kekuatan tanah dibawahnya.<br><br>Jadi bila anda ingin membuat bangunan bertingkat, jangan terburu-buru ingin melihat hasil akhirnya, tetapi cermat dalam membuat struktur dibawahnya. Jangan sampai rumah anda terlihat indah di fasade, tetapi rentan di struktur karena pondasi yang tidak benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&nbsp;http:\/\/www.fardhani.com\/2010\/03\/23\/pondasi-penentu-kuat-tidaknya-bangunan\/<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pondasi sering disebut sebagai struktur bangunan bagian bawah (sub structure), pondasi terletak pada bagian paling bawah dari bangunan yang berfungsi mendukung seluruh beban bangunan dan meneruskan ke tanah di bawahnya. Mengingat letaknya yang didalam tanah, maka pondasi bangunan ini harus dibuat kuat aman, aman, stabil dan mampu mendukung beban bangunan, karena kesulitan pondasi akan sulit&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-1234","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-desain-rumah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1234"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1234\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1236,"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1234\/revisions\/1236"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ftsp.gunadarma.ac.id\/arsitektur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}