Infrastruktur Transportasi Kurang Mendukung Daya Saing Pariwisata

Daya saing perjalanan dan wisata Indonesia tergolong masih rendah jika dilihat dari peringkat Indonesia berdasarkan indeks perjalanan dan wisata yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) pada tahun 2015. Indonesia hanya menempati peringkat 50 dari 141 negara. Nilai indeksnya adalah 4,04 (skala 1 sampai 7) yang dihitung dengan menggunakan 90 indikator yang dikelompokkan dalam 4 subindeks dan 14 pilar. Gambaran umum peringkat Indonesia untuk setiap subindek dan pilar pengukurannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Nilai Indeks Daya Saing Perjalanan dan Wisata Indonesia (Sumber: WEF, 2015)

Nilai Indeks Daya Saing Perjalanan dan Wisata Indonesia (Sumber: WEF, 2015)

Indonesia secara umum masih tergolong rendah pada sub indeks lingkungan dan infrastruktur.  Nilai subindeks infrastruktur untuk Indonesia hanya sebesar 3,38 dengan peringkat 75. Subindeks infrastruktur tersebut terdiri dari tiga pilar yaitu (1) Infrastruktur tranportasi udara dengan nilai 3,81 dengan peringkat 39, (2) Infrastruktur pelabuhan laut dan darat dengan nilai 3,27 dengan peringkat 77, dan  (3) Infrastruktur layanan turis dengan nilai 3,07 dengan peringkat 101.  Rincian indikator untuk pilar transportasi udara serta infrastruktur pelabuhan dan darat disajikan pada gambar berikut.

Indikator Transportasi Udara, Laut, dan Darat (WEF, 2015)

Indikator Transportasi Udara, Laut, dan Darat (WEF, 2015)

Indonesia dianggap baik untuk kebijakan dan dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata yang tinggi (peringkat 15), harga murah (peringkat 3 dunia) serta kekayaan sumber daya alam dan budaya (peringkat 17). Namun semua itu tidaklah cukup untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Dan salah satu yang perlu perbaikan menyeluruh adalah infrastruktur udara, laut, dan darat.

Post Your Thoughts


− 1 = satu